Pembinaan Kemandirian Warga Binaan, Lapas Tanjungpandan Produksi 108 Bungkus Keripik Pisang dari Hasil Panen Kebun Lapas

Pembinaan Kemandirian Warga Binaan, Lapas Tanjungpandan Produksi 108 Bungkus Keripik Pisang dari Hasil Panen Kebun Lapas

07-08-2026 Lapas Kelas IIB Tanjungpandan 1
Dengarkan Berita

Belitung – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui kegiatan pengolahan hasil pertanian. Pada Kamis (6/8/2026), Warga Binaan melaksanakan kegiatan pembuatan keripik pisang yang memanfaatkan pisang hasil panen dari kebun Lapas Tanjungpandan sebagai bahan baku utama.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif sekaligus meningkatkan nilai tambah dari hasil pertanian yang dikelola di dalam Lapas. Seluruh proses produksi, mulai dari pemanenan, pengupasan, pengirisan, penggorengan, hingga pengemasan dilakukan oleh Warga Binaan di bawah pendampingan petugas.

Pada kegiatan tersebut berhasil diproduksi sebanyak 108 bungkus keripik pisang, dengan berat 35 gram per bungkus. Produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan menjadi salah satu hasil nyata pembinaan kemandirian berbasis pemanfaatan potensi yang dimiliki Lapas Tanjungpandan.

Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi pembinaan yang tidak hanya memberikan keterampilan kepada Warga Binaan, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan hasil kebun yang dikelola secara mandiri.

"Pembinaan kemandirian merupakan salah satu fokus utama kami dalam mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke tengah masyarakat. Melalui pengolahan hasil panen kebun menjadi produk bernilai ekonomi seperti keripik pisang, kami ingin menanamkan semangat bekerja, meningkatkan kreativitas, serta membangun jiwa produktif Warga Binaan. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga pada peningkatan keterampilan yang bermanfaat," ujar Royhan Al Faisal.

Sementara itu, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Pirmansyah, menjelaskan bahwa kegiatan produksi keripik pisang merupakan salah satu program pembinaan yang terus dikembangkan karena memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan Lapas.

"Pisang yang digunakan merupakan hasil panen dari kebun Lapas yang dikelola bersama oleh petugas dan Warga Binaan. Setelah dipanen, buah diolah menjadi keripik melalui tahapan produksi yang sesuai sehingga menghasilkan produk yang siap dikemas. Pada produksi kali ini kami berhasil menghasilkan 108 bungkus dengan berat bersih 35 gram per bungkus. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi sebagai bagian dari pembinaan kemandirian yang berkelanjutan," jelas Pirmansyah.

Staff pengelola kebun Lapas Tanjungpandan, Anam Nur Wicaksono, menyampaikan bahwa keberhasilan produksi keripik pisang tidak terlepas dari pengelolaan kebun yang dilakukan secara rutin.

"Kami terus melakukan perawatan tanaman pisang mulai dari pemupukan, pembersihan area kebun, hingga pemanenan agar hasil yang diperoleh memiliki kualitas yang baik. Hasil panen kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku kegiatan pembinaan kemandirian sehingga memberikan nilai tambah sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan," ungkap Anam Nur Wicaksono.

Salah seorang Warga Binaan berinisial RS mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman dan keterampilan baru.

"Saya merasa bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini. Selain belajar cara mengolah pisang menjadi keripik, kami juga diajarkan pentingnya bekerja dengan disiplin, menjaga kualitas produk, dan bekerja sama dalam tim. Ilmu yang kami dapatkan akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat ketika nanti kembali ke masyarakat," tutur RS.

Kegiatan pembinaan kemandirian berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui optimalisasi hasil panen kebun menjadi produk olahan bernilai ekonomi, Lapas Kelas IIB Tanjungpandan terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan sebagai upaya mewujudkan Warga Binaan yang mandiri, terampil, serta siap berintegrasi kembali dengan masyarakat.

Kontributor Berita : Humas Lapas Tanjungpandan.

Bagikan Artikel

Berita Lainnya

Sering Dikunjungi

Loading... Loading...