Peserta Magang Bapas Tanjungpandan Ajak Klien Olah Ketahanan Pangan Jadi Keripik Singkong Balado Bernilai Ekonomis
Dengarkan Berita
Belitung INFO PAS — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan terus menghadirkan pembimbingan yang produktif dan berorientasi kemandirian bagi klien pemasyarakatan. Melalui kegiatan ketahanan pangan, peserta magang Bapas Tanjungpandan mengajak klien mengolah hasil singkong menjadi produk Keripik Singkong Balado dengan cita rasa lezat dan kualitas layaknya olahan pelaku usaha UMKM profesional.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (20/01) bertempat di Griya Abipraya Bapas Tanjungpandan, dimulai dari proses pengolahan singkong, penggorengan, peracikan bumbu balado, hingga pengemasan (packing) produk siap jual. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, kolaboratif, dan sarat nilai edukatif.
Kegiatan dipandu langsung oleh Kepala Subseksi Bimbingan Klien Dewasa (BKD), M. Yeyen Purbasari, yang sekaligus menjadi mentor peserta magang. Turut mendampingi Sisi Annatasia Rosalina selaku Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Madya dan Bastian sebagai PK Ahli Muda.
Peserta magang tersebut adalah Vina Alfiana Amelia, peserta magang pada Subseksi BKD sekaligus alumni Sarjana Manajemen Universitas YARSI Jakarta Tahun 2025. Memiliki hobi memasak dan berjualan makanan ringan, Vina berbagi pengalaman kepada klien pemasyarakatan sebagai wujud kontribusi nyata dan kepedulian sosial.
Pembimbingan yang Menumbuhkan Jiwa Wirausaha
Mewakili Kepala Bapas Tanjungpandan, Kasubsi BKD M. Yeyen Purbasari menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembimbingan klien yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pembimbingan yang mampu menumbuhkan kepercayaan diri serta jiwa wirausaha klien pemasyarakatan. Produk keripik singkong balado ini menunjukkan bahwa hasil ketahanan pangan dapat diolah menjadi produk bernilai jual dan bersaing seperti UMKM profesional,” ujar Yeyen.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara petugas, peserta magang, dan klien pemasyarakatan menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan pembimbingan yang humanis, aplikatif, dan berkelanjutan.
Berbagi Pengalaman, Menebar Inspirasi
Peserta magang Vina Alfiana Amelia mengungkapkan kebahagiaannya dapat terlibat langsung dalam kegiatan yang memberi dampak positif.
“Awalnya saya hanya hobi masak dan iseng berjualan cemilan. Dari kegiatan ini, saya ingin berbagi pengalaman sederhana tersebut kepada rekan-rekan klien. Harapannya, mereka termotivasi bahwa dengan kemauan belajar dan keberanian mencoba, siapa pun bisa menjadi pelaku usaha,” ungkap Vina.
Menurutnya, keterlibatan klien mulai dari proses produksi hingga pengemasan menjadi sarana pembelajaran yang efektif untuk membangun rasa percaya diri dan semangat berusaha.
Pemasyarakatan PASTI Berdampak
Melalui kegiatan ini, Bapas Tanjungpandan menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembimbingan yang bermanfaat, inspiratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Tidak hanya berfokus pada pendampingan administratif, tetapi juga membuka ruang tumbuhnya kreativitas dan kemandirian klien pemasyarakatan.
Dari dapur sederhana Griya Abipraya, Bapas Tanjungpandan optimistis akan lahir pelaku-pelaku UMKM baru yang siap berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat luas.