Bapas Tanjungpandan Gandeng Konten Kreator Lokal, Perkuat Citra Positif Lewat Konten Edukatif dan Fun
Dengarkan Berita
Tanjungpandan, Rabu (24/12) — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan menggandeng konten kreator lokal Belitung, Riski Jeris, dalam upaya menyebarluaskan informasi positif serta memperkuat citra organisasi melalui konten media sosial yang edukatif, komunikatif, dan dekat dengan masyarakat.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui diskusi kreatif yang secara khusus membahas strategi pengemasan dan pendistribusian konten agar informasi Bapas tidak hanya diproduksi, tetapi benar-benar sampai dan berdampak di tengah masyarakat.
Kepala Bapas Tanjungpandan melalui Kepala Urusan Tata Usaha, Yovie Agustian Putra, menegaskan bahwa keterbukaan informasi dan pendekatan kreatif menjadi kunci membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.
“Bapas hari ini tidak cukup hanya membuat konten. Tantangannya adalah memastikan pesan pembimbingan pemasyarakatan sampai, dipahami, dan dirasakan masyarakat. Karena itu, kami membuka ruang kolaborasi agar konten Bapas hidup dan bergerak,” ujar Yovie.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan konten kreator menjadi strategi untuk memperluas jangkauan informasi secara organik.
“Kami ingin setiap konten Bapas tidak berhenti di akun resmi, tetapi ikut disebarkan oleh jejaring internal dan eksternal secara positif dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Riski Jeris menekankan bahwa kesalahan umum instansi adalah menganggap unggahan sudah selesai saat tombol posting ditekan.
“Posting itu baru langkah awal. Konten yang bagus tapi dibiarkan begitu saja, ya akan tenggelam. Setelah upload, harus ada gerakan menyebarkan,” jelas Riski.
Menurutnya, distribusi konten adalah bagian penting dari strategi komunikasi digital.
“Share bisa dimulai dari yang paling dekat dulu: sesama petugas, keluarga petugas, dan lingkungan sekitar. Kalau mereka ikut membagikan, algoritma akan bekerja dan pesan bisa meluas secara alami,” ujarnya.
Riski juga mendorong kolaborasi lintas akun yang telah memiliki kepercayaan publik.
“Kolaborasi dengan akun-akun yang sudah rapi, konsisten, dan punya audiens itu penting. Bisa lewat repost, duet video, atau konten bareng. Ini bukan soal viral, tapi soal pesan baik yang sampai,” tambahnya.
Ia menilai bahwa pendekatan ini akan membuat konten Bapas lebih hidup dan terasa dekat dengan masyarakat.
“Kalau konten terasa manusiawi dan dibagikan ramai-ramai, masyarakat tidak merasa sedang diberi ceramah, tapi diajak ngobrol,” pungkas Riski.
Melalui kolaborasi ini, Bapas Tanjungpandan berharap konten pembimbingan pemasyarakatan tidak hanya informatif, tetapi juga menjangkau lebih luas, membangun interaksi, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran Bapas