Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Olah Roti Panggang Berbasis UMKM

Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Olah Roti Panggang Berbasis UMKM

23-12-2025 Lapas Kelas IIA Pangkalpinang 21
Dengarkan Berita

Pangkalpinang, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang kembali menunjukkan komitmennya dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja yang aplikatif dan bernilai ekonomi sebagai bekal reintegrasi sosial. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pembinaan kemandirian pengolahan roti panggang berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Selasa (23/12).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan kemandirian Warga Binaan melalui pembelajaran proses produksi, mulai dari pengolahan bahan, pemanggangan, hingga pengemasan produk. Adapun variasi isi roti panggang meliputi mentega-gula, cokelat, stroberi, keju, blueberry, nanas, serta srikaya.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pangkalpinang, Mulsa Afrianto, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan pembinaan yang berorientasi pada penguatan keterampilan, bukan pada pencapaian kuantitas produksi.

“Kegiatan kerja ini dirancang sebagai pembelajaran berkelanjutan untuk membentuk kemampuan, etos kerja, dan kemandirian Warga Binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pengolahan Hasil Kerja, Idham Arafah, menyampaikan bahwa pembinaan UMKM roti panggang juga diarahkan pada peningkatan mutu dan nilai ekonomi produk.

“Kami bekali Warga Binaan keterampilan pengolahan dan pengemasan yang berkualitas, sekaligus diarahkan pada pemasaran internal kepada petugas, Warga Binaan, serta keluarga Warga Binaan saat kunjungan,” jelasnya.

Salah satu Warga Binaan berinisial S mengaku memperoleh pengalaman baru. Ia menuturkan pembinaan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan harapan untuk berusaha secara mandiri.

“Saya belajar bagaimana membuat roti panggang dengan berbagai varian rasa. Ke depan, saya berharap keterampilan ini bisa dikembangkan menjadi usaha kecil saat bebas,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang kemandirian ekonomi serta memperkuat proses reintegrasi sosial, dengan menempatkan pembinaan sebagai sarana membangun keterampilan dan masa depan Warga Binaan yang lebih baik. (kp)

Bagikan Artikel

Berita Lainnya

Sering Dikunjungi

Loading... Loading...