Program “Tabungan Penjemput Rahmat” di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan

Program “Tabungan Penjemput Rahmat” di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan

12-12-2025 Lapas Kelas IIB Tanjungpandan 54
Dengarkan Berita

Belitung, 12 Desember 2025, Lapas Kelas IIB Tanjungpandan terus memperkuat dan konsisten dalam program pembinaan rohani bagi warga binaan beragama Islam melalui kegiatan “Tabungan Penjemput Rahmat atau TAPERA”, yakni program pencatatan amalan ibadah yang menjadi bagian dari pembinaan kepribadian sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid At-Taubah Lapas Tanjungpandan dengan diawasi  oleh Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Lapas Tanjungpandan, Trio Sandra Wijaya bersama jajaran pembina rohani dan staf pembinaan serta petugas pengamanan  lainnya. Para pegawai Lapas Tanjungpandan turut berperan melalui sumbangan sukarela yang digunakan untuk mendukung pemberian sedekah makanan sebagai rewards atas hapalan ayat pendek dan praktek sholat yang telah mereka laksanakan dan dinyatakan lulus.

“Tabungan Penjemput Rahmat bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi sebuah proses pembinaan karakter. Amalan dan kegiatan yang diikuti warga binaan akan menjadi bagian dari penilaian kami, terutama dalam hal perilaku baik sebagai syarat usulan integrasi. Mereka yang aktif dan konsisten biasanya menunjukkan perubahan positif yang signifikan,” ujar Kasubsi.

Program yang berjalan secara berkelanjutan sepanjang tahun, dengan kegiatan kelompok dilaksanakan rutin setiap pekan, dan penilaian amalan dilakukan setiap bulan sebagai bagian dari evaluasi pembinaan dan bahan penyusunan usulan integrasi. Sampai dengan awal bulan Desember 2025 sudah tercatat 323 Warga Binaan beragama islam telah berhasil melaksanakan hapalan ayat pendek, dan praktik sholat wajib dan sunnah.

Para Warga Binaan terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Beberapa di antara mereka bahkan telah mampu menghafal Juz Amma secara lengkap dan menjadi imam dalam sholat berjamaah. “Saya merasa lebih tenang dan dekat dengan Allah. di sini saya belajar bahwa ibadah bisa menjadi jalan untuk memperbaiki diri,” ungkap salah satu warga binaan.

Dalam kesempatan lain, Royhan Al Faisal selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjungpandan menjelaskan kegiatan keagamaan ini juga diharapkan menjadi Penjemput Rahmat bagi seluruh warga binaan dan petugas pemasyarakatan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, serta memperkuat suasana religius di lingkungan pemasyarakatan. Ia juga menambahkan bahwa dukungan sukarela dari pegawai menjadi bagian penting dalam keberlangsungan kegiatan ini. “Sumbangan sukarela dari petugas menunjukkan bahwa proses pembinaan adalah kerja bersama. Kepedulian ini membantu memperkuat motivasi warga binaan untuk terus memperbaiki diri,” katanya.

 

 

Kontributor Berita : Humas Lapas Tanjungpandan

 

Bagikan Artikel

Berita Lainnya

Sering Dikunjungi

Loading... Loading...