Lapas Tanjungpandan bersama BPVP Belitung Petakan Kebutuhan Kompetensi Warga Binaan
Dengarkan BeritaBelitung – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan menerima kunjungan kerja dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung dalam rangka pengembangan program pembinaan kemandirian berbasis Training Need Assessment (TNA) bagi Warga Binaan serta kelompok GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion). Kegiatan berlangsung di Aula Depati Rahat Lapas Tanjungpandan, Rabu (22/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Lapas Tanjungpandan dan BPVP Belitung dalam merancang program pelatihan yang lebih tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan, potensi, minat, serta peluang pengembangan keterampilan peserta.
Pelaksana Harian Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Tanjungpandan, Ghozali, menyampaikan bahwa pelaksanaan TNA menjadi langkah penting dalam memastikan program pembinaan kemandirian benar-benar sesuai dengan kebutuhan Warga Binaan.
“Melalui Training Need Assessment ini, kami ingin memastikan bahwa program pelatihan yang diberikan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi Warga Binaan. Dengan pemetaan yang tepat, diharapkan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian setelah mengikuti pembinaan,” ujar Ghozali.
Menurutnya, kolaborasi dengan BPVP Belitung diharapkan mampu memperluas peluang pengembangan program pembinaan kemandirian yang berbasis kompetensi dan kebutuhan dunia kerja.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja Lapas Tanjungpandan, Pirmansyah, mengatakan bahwa TNA menjadi instrumen penting untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan secara lebih terukur.
“Kami perlu mengetahui secara lebih mendalam minat, kemampuan awal, kebutuhan, serta potensi pengembangan keterampilan Warga Binaan. Dengan begitu, pelatihan yang dirancang dapat lebih efektif, relevan, dan memiliki nilai keberlanjutan, termasuk membuka peluang pengembangan usaha produktif,” kata Pirmansyah.
Ia menambahkan, pendekatan berbasis GEDSI juga menjadi perhatian penting dalam pengembangan program agar kesempatan memperoleh pelatihan dapat diberikan secara lebih inklusif dan memperhatikan keberagaman kebutuhan peserta.
Sementara itu, Instruktur Ahli Pertama BPVP Belitung, Try Girls Utami Marpaung, menjelaskan bahwa pelaksanaan TNA bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan kompetensi peserta sebagai dasar dalam penyusunan program pelatihan.
“TNI ini merupakan proses untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan berdasarkan kondisi dan kebutuhan peserta. Dengan adanya pemetaan tersebut, program pelatihan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran, baik dari sisi jenis kompetensi, metode pelatihan, maupun peluang pengembangannya,” jelas Try Girls Utami.
Ia berharap sinergi antara BPVP Belitung dan Lapas Tanjungpandan dapat terus dikembangkan sehingga mampu menghadirkan program pelatihan vokasi yang inklusif, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta.
Salah seorang Warga Binaan berinisial A.M. mengaku menyambut baik pelaksanaan Training Need Assessment (TNA) tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk menyampaikan minat dan potensi yang dimiliki sehingga pelatihan yang diberikan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
"Saya merasa senang karena kami diberikan kesempatan untuk menyampaikan minat dan kemampuan yang kami miliki. Harapannya, pelatihan yang nanti diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan kami, sehingga bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat dan membuka peluang untuk bekerja maupun berusaha secara mandiri," ungkap A.M.
Melalui kegiatan ini, Lapas Tanjungpandan terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembinaan kemandirian yang tidak hanya berorientasi pada pemberian keterampilan, tetapi juga pada pemetaan kebutuhan, peningkatan kompetensi, dan penciptaan peluang produktif bagi Warga Binaan serta kelompok GEDSI.
Kontributor Berita : Humas Lapas Tanjungpandanas Lapas Tanjungpandan