Kanwil Ditjenpas Babel Serahkan 1.806 Remisi Umum dan PMP, 40 Warga Binaan Langsung Bebas

Kanwil Ditjenpas Babel Serahkan 1.806 Remisi Umum dan PMP, 40 Warga Binaan Langsung Bebas

18-08-2026 Superadmin 5
Dengarkan Berita

Pangkalpinang - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung menyerahkan 1.806 Remisi Umum (RU) bagi narapidana dan Pengurangan Masa Pidana (PMP) bagi anak binaan, dengan 40 warga binaan di antaranya langsung bebas.

Terpusat di Aula Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Senin (17/08). Kegiatan dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Kajati Kepulauan Bangka Belitung, Danrem 045/Garuda Jaya, Kakanwil Ditjen Imigrasi Babel, unsur Forkopimda, Kepala UPT Pemasyarakatan se-Pulau Bangka, serta para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Kakanwil Ditjenpas Babel , Ade Agustina menyampaikan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI merupakan momentum bersejarah yang membawa kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk warga binaan pemasyarakatan.

Menurutnya, pemberian remisi pada momentum kemerdekaan bukan sekadar pengurangan masa pidana, melainkan bentuk apresiasi negara kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Remisi bukan merupakan bentuk kelonggaran terhadap pelaksanaan pidana, tetapi apresiasi negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perilaku baik dan mengikuti proses pembinaan sesuai ketentuan. Pemasyarakatan tidak semata-mata berorientasi pada pembalasan, tetapi juga menjadi proses pembinaan dan perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Ade.

 Ia berharap pemberian remisi dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh, meningkatkan kedisiplinan, keterampilan, serta mempersiapkan diri agar mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

 “Jadikan remisi ini sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri. Bagi yang mendapatkan kesempatan kembali ke masyarakat, manfaatkan kebebasan ini dengan sebaik-baiknya dan jangan mengulangi perbuatan yang melanggar hukum,” lanjutnya.

 Penyerahan remisi secara simbolis oleh Gubernur Kep. Babel, Hidayat Arsani kepada perwakilan Warga Binaan sebagai bentuk penghargaan atas pemenuhan syarat administratif dan substantif sekaligus mendorong mereka untuk terus mengikuti program pembinaan dengan baik.

 Hidayat Arsani dalam sambutannya membacakan Amanat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam mewujudkan cita-cita bangsa.

 Kepada para Warga Binaan dan anak binaan, Gubernur berpesan agar kesempatan menjalani masa pembinaan dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun karakter, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat.

 “Jadikan masa pembinaan sebagai titik balik untuk menata masa depan. Ikuti setiap program pembinaan dengan sungguh-sungguh, tingkatkan keterampilan dan karakter, serta jangan mengulangi tindak pidana,” pesannya.

Hidayat Arsani juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak dan mitra kerja yang telah mendukung penyelenggaraan Sistem Pemasyarakatan di Kepulauan Bangka Belitung. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat guna mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, humanis, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.

Rangkaian kegiatan meliputi diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, persembahan Tari Kapur Sirih dan Tari Kreasi Nusantara  dari Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang, pembacaan Surat Keputusan (SK) Remisi dan menyanyikan lagu Bagimu Negeri.

1.806 remisi dan pengurangan masa pidana bukan sekadar angka, tetapi menjadi simbol harapan. Kanwil Ditjenpas Babel menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan proses pemasyarakatan yang humanis, berorientasi pada pembinaan, serta memberikan ruang bagi warga binaan untuk berubah dan mempersiapkan diri kembali menjadi bagian dari masyarakat.

Bagikan Artikel

Berita Lainnya

Sering Dikunjungi

Loading... Loading...