Kakanwil Ditjenpas Babel Buka Pelatihan Kompos Faba, Siapkan Bekal Warga Binaan dan Klien Pemasyarakatan
Dengarkan BeritaBelitung – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ade Agustina secara resmi membuka pelatihan pembuatan kompos dengan pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas llB Tanjungpandan dan klien pemasyarakatan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelasl l Tanjungpandan, Kamis (16/07).
Kegiatan yang berlangsung di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Pelatihan menghadirkan Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang sebagai narasumber utama yang berkolaborasi dengan Manager PT PLN Nusantara Power Services Unit PLTU Suge Belitung dalam memberikan materi mengenai teknik pemanfaatan FABA sebagai bahan campuran pembuatan kompos yang aman dan bermanfaat bagi sektor pertanian.
Kakanwil Ditjenpas Babel, Ade Agustina dalam sambutannya pelatihan ini merupakan implementasi pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membekali warga binaan dan klien pemasyarakatan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.
“kami ingin pelatihan sebagai bentuk kolaborasi yang mendukung pembinaan warga binaan dan mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal saat mereka kembali ke tengah Masyarakat,” tutur Ade.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan salah satu inovasi pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat langsung bagi warga binaan sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Royhan Al Faisal mengatakan, "Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Melalui pelatihan pemanfaatan FABA menjadi kompos ini, warga binaan memperoleh keterampilan baru yang bernilai ekonomis, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan. Sinergi dengan Lapas Pangkalpinang dan PLN PLTU Suge Belitung menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan pembinaan yang berkualitas."
Sebagai narasumber, Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menjelaskan bahwa pelatihan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga membangun pola pikir produktif bagi peserta.
Sugeng Indrawan menyampaikan, "Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir produktif bagi peserta. Kami berharap ilmu yang diberikan dapat dipraktikkan secara berkelanjutan sehingga mampu menjadi peluang usaha dan meningkatkan kemandirian setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan."
Manager PT PLN Nusantara Power Services Unit PLTU Suge Belitung, Mahya Tauhidiya Nur, menegaskan komitmen PLN dalam mendukung program pembinaan yang berorientasi pada keberlanjutan dan pemanfaatan FABA secara produktif.
Mahya Tauhidiya Nur mengatakan, "PLN Nusantara Power Services berkomitmen mendukung program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui pemanfaatan FABA menjadi kompos, kami berharap limbah yang memiliki potensi tersebut dapat diolah secara tepat sehingga memberikan nilai tambah, sekaligus mendukung kegiatan pembinaan kemandirian di Lapas Tanjungpandan."

Salah seorang warga binaan peserta pelatihan berinisial Dd mengaku memperoleh pengalaman dan wawasan baru melalui kegiatan tersebut.
Dd mengungkapkan, "Saya bersyukur mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan ini. Selain menambah pengetahuan tentang pembuatan kompos, kami juga belajar bagaimana memanfaatkan bahan yang sebelumnya tidak kami ketahui kegunaannya. Semoga ilmu ini bisa menjadi bekal ketika saya kembali ke masyarakat nanti."
Kanwil Ditjenpas Babel berharap pelatihan ini dapat dicontoh UPT Pemasyarakatan di Babel untuk meningkatkan Pembinaan sebagai langkah awal dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian yang inovatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, klien pemasyarakatan, serta masyarakat luas.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh stakeholder Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), jajaran Pemerintah Kabupaten Belitung, PT PLN Nusantara Power Services Unit PLTU Suge Belitung, Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas II Tanjungpandan, pemerintah desa, serta perwakilan kelompok tani di Kabupaten Belitung.(ben)