Jembatani Rindu Ibu dan Anak, Kakanwil Ditjenpas Babel Hadirkan Program SAPA BUNDA
Dengarkan Berita
PANGKALPINANG — Komitmen mewujudkan pemasyarakatan yang humanis, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ade Agustina menjembatani rindu ibu dan anak melalui Program SAPA BUNDA (Sarana Pengasuhan Anak oleh Bunda Warga Binaan Perempuan) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Pangkalpinang, Selasa (11/8).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas, Kepala Kanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina selaku narasumber dihadiri Kepala LPP Kelas III Pangkalpinang, Rina Setiari, jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, pegawai Kanwil Ditjenpas Babel, jajaran LPP Pangkalpinang, serta 30 warga binaan perempuan.
Program SAPA BUNDA merupakan inovasi layanan pemasyarakatan yang berorientasi pada pemenuhan hak pengasuhan serta kepentingan terbaik bagi anak. Program ini hadir sebagai upaya menjaga hubungan emosional antara ibu yang sedang menjalani masa pidana dengan anak, sehingga keterpisahan secara fisik tidak memutus peran pengasuhan dan kedekatan emosional di antara keduanya.
Dalam pemaparannya, Kakanwil Ditjenpas Babel, Ade Agustina menyampaikan bahwa masa pidana tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seorang ibu untuk tetap menjalankan peran pengasuhan terhadap anaknya.
“SAPA BUNDA merupakan langkah nyata untuk memastikan warga binaan perempuan tetap dapat menjalankan peran sebagai seorang ibu. Kita ingin hubungan emosional ibu dan anak tetap terjaga meskipun terdapat keterbatasan selama menjalani masa pidana,” ujar Ade.
Ia menjelaskan, SAPA BUNDA mengedepankan pendekatan humanis melalui penguatan komunikasi, interaksi, pendampingan, serta keterlibatan keluarga secara terarah dan berkelanjutan.
Implementasi program akan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemetaan kebutuhan, pembentukan tim, identifikasi warga binaan yang memiliki anak, penyusunan pedoman dan standar operasional prosedur (SOP), uji coba layanan, hingga penguatan pendampingan psikososial dan keterlibatan keluarga.
“Keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari bagaimana kita mampu menjaga hubungan emosional ibu dan anak, meningkatkan kapasitas pengasuhan, memberikan dukungan psikososial kepada anak, serta memperkuat ketahanan keluarga,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala LPP Kelas III Pangkalpinang, Rina Setiari menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menegaskan kesiapan jajaran LPP Pangkalpinang untuk mendukung dan berkolaborasi dalam implementasi Program SAPA BUNDA.
"Program SAPA BUNDA merupakan langkah positif dalam membantu warga binaan perempuan tetap terhubung dengan anak dan keluarganya. Kami mendukung pelaksanaannya sebagai bagian dari penguatan pembinaan dan pemenuhan kebutuhan psikososial warga binaan," tutur Rina.
Dukungan juga disampaikan oleh Eko Supriyana, Pokja Pembimbingan Klien Pemasyarakatan Ditjenpas, yang menekankan pentingnya mekanisme dan SOP pengasuhan yang jelas serta terstandar agar program dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
"Ibu Kakanwil punya project besar bagi ibu-ibu di seluruh Indonesia, karena program ini (Sapa Bunda) akan digunakan di seluruh lapas perempuan seluruh Indonesia. Anak pada masa golden age itu penting sekali kehadiran orang tuanya. Ibu Kakanwil di sini memberikan ikatan batin yang membuat anak dan ibu tetap terhubung," lanjut Eko.
Menurutnya, keberlangsungan komunikasi antara ibu dan anak dapat didukung melalui berbagai sarana, mulai dari kunjungan langsung, video call, hingga kegiatan bersama yang memungkinkan ibu dan anak tetap berinteraksi secara positif.
M Salah satu warga binaan mengungkap program ini memberikan harapan bagi warga binaan perempuan untuk tetap dekat dengan anak dan menjalankan peran sebagai seorang ibu meskipun sedang menjalani masa pidana.
“Program SAPA BUNDA sangat berarti bagi kami. Sebagai seorang ibu, tentu kami sangat merindukan anak dan ingin tetap berkomunikasi serta mengetahui perkembangan mereka. Dengan adanya program ini, kami merasa diberikan ruang untuk tetap hadir dalam kehidupan anak,” ungkapnya.
Melalui SAPA BUNDA, Kanwil Ditjenpas Babel berupaya menghadirkan layanan pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memperhatikan aspek keluarga dan kepentingan terbaik bagi anak.
Program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga, menjaga ikatan emosional ibu dan anak, serta mempersiapkan warga binaan perempuan agar mampu kembali menjalankan peran sosialnya secara positif setelah menyelesaikan masa pidana.