Dorong Pembinaan Produktif, 30 Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Diusulkan Program Kemandirian
Dengarkan BeritaPangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus mendorong pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Hal ini diwujudkan saat pengusulan 30 Warga Binaan untuk mengikuti Program Pembinaan Kemandirian dalam Sidang Tim Pertimbangan Pemasyarakatan (TPP), guna penguatan keterampilan dan kesiapan reintegrasi sosial, Selasa (20/1).
Ketua Sidang TPP, Indri Yudhit, juga selaku Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik, menyampaikan sebanyak lima Warga Binaan akan disusulkan sebagai tamping Sarana Asimilasi Edukasi, lima Warga Binaan untuk pelatihan barbershop, serta 20 Warga Binaan sebagai pekerja pengelolaan limbah organik.
“Bagi Warga Binaan yang usulannya disetujui, manfaatkan kesempatan ini sebagai proses belajar, membangun kemandirian, serta menyiapkan diri kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat,” harapnya.
Indri menambahkan, selain usulan program kemandirian, pihaknya juga mengusulkan program integrasi Pembebasan Bersyarat bagi delapan Warga Binaan dan Cuti Bersyarat bagi tiga Warga Binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif.
“Integrasi merupakan hak Warga Binaan, namun harus diiringi keaktifan mengikuti seluruh program pembinaan, seperti pembinaan kepribadian melalui PKBM serta pembinaan kerohanian di Masjid, Gereja dan Kelenteng sesuai agama masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Andri Febrianto selaku Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas sekaligus anggota TPP menegaskan bahwa usulan integrasi bukanlah hak mutlak. Ia mengingatkan bahwa setelah bebas, Warga Binaan wajib melapor ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk menjalani sisa pembimbingan serta diharapkan tidak kembali melakukan perbuatan yang melanggar hukum.
“Dukungan dan motivasi dari penjamin sangat penting. Perlu diketahui, Lapas hanya mengusulkan, sementara keputusan akhir ditetapkan melalui Surat Keputusan dari pusat,” ujarnya.
Sidang TPP ini diikuti oleh anggota sidang, Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Kelas I Pangkalpinang, serta keluarga Warga Binaan selaku penjamin. Lapas Pangkalpinang berkomitmen mendorong pembinaan kemandirian dan integrasi secara berkelanjutan sebagai bekal Warga Binaan menuju reintegrasi sosial. (kp)