Cetak Agen Perubahan Berintegritas, Peserta Magang Bapas Tanjungpandan Dibekali Materi Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK
Dengarkan Berita
Belitung INFO PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan terus memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) melalui strategi internalisasi nilai-nilai integritas kepada seluruh unsur organisasi, termasuk peserta magang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembekalan materi Pembangunan Zona Integritas dan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilaksanakan pada Kamis (25/02) di Ruang Rapat Tata Usaha Bapas Tanjungpandan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam membangun budaya kerja berintegritas melalui penguatan peran Agen Perubahan (Agent of Change), yaitu individu yang berperan sebagai motor penggerak transformasi organisasi menuju tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel. Peserta magang diberikan pemahaman mendalam mengenai konsep Zona Integritas sebagai miniatur reformasi birokrasi di tingkat satuan kerja, yang berfokus pada pembangunan sistem kerja berbasis integritas dan pelayanan publik prima.
Materi yang disampaikan mencakup enam area perubahan pembangunan Zona Integritas, yaitu Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan Pengawasan, serta Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Selain itu, peserta magang juga diperkenalkan pada berbagai instrumen strategis seperti penerapan budaya kerja BerAKHLAK, penguatan role model pimpinan, pembangunan mindset dan culture set integritas, serta implementasi prinsip Good Governance dan Clean Government.
.jpeg)
Kepala Urusan Tata Usaha Bapas Tanjungpandan, Yovie Agustian Putra, menegaskan bahwa pembekalan ini bertujuan membentuk karakter peserta magang sebagai Agen Perubahan yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada kinerja.
“Peserta magang bukan hanya sebagai pembelajar, tetapi juga kami dorong menjadi Agent of Change yang mampu memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai integritas, profesionalisme, serta budaya kerja berbasis kinerja. Pembangunan Zona Integritas membutuhkan keterlibatan seluruh unsur organisasi melalui penguatan mindset, culture set, dan komitmen bersama dalam menerapkan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan pelayanan prima. Ini merupakan bagian dari strategi penguatan Manajemen SDM untuk menciptakan SDM unggul dan berdaya saing,” ujar Yovie.
Ia menambahkan bahwa penguatan Manajemen SDM menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan Zona Integritas, melalui pengembangan kompetensi, peningkatan profesionalisme, serta pembentukan karakter ASN yang berorientasi pada hasil (result oriented), berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan.
“Melalui pembekalan ini, kami ingin memastikan bahwa peserta magang memahami bahwa setiap individu memiliki peran sebagai driving force dalam mendukung reformasi birokrasi. Integritas harus menjadi fondasi utama, sehingga tercipta lingkungan kerja yang kondusif, bebas dari praktik korupsi, serta mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan berdampak langsung kepada masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan pembekalan berlangsung secara interaktif, di mana peserta magang menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami konsep pembangunan Zona Integritas, peran Agen Perubahan, serta pentingnya penguatan sistem kerja berbasis kinerja dan integritas.
Melalui kegiatan ini, Bapas Tanjungpandan terus meneguhkan komitmennya dalam membangun organisasi yang adaptif, profesional, dan berintegritas, sekaligus mempersiapkan generasi muda sebagai Agen Perubahan yang mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik prima menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi.
Humas Bapas Tanjungpandan