Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan Produktif, Plh. Kakanwil Ditjenpas Babel Buka Pelatihan Membatik dan Menjahit
Dengarkan Berita
Pangkalpinang – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus mendorong penguatan pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pengembangan keterampilan produktif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Plh. Kakanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, Roni Darmawan, dalam menghadiri serta membuka Pelatihan Membatik dan Menjahit bagi Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang, Senin (31/8).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas tersebut turut dihadiri oleh Plh. Kakanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, Roni Darmawan, Lurah Batin Tikal Kota Pangkalpinang, Aryan, Pemilik Kampung Katak, Endang Sri Astuti, pelatih menjahit, jajaran Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang, serta warga binaan yang mengikuti pelatihan.
Pelatihan membatik dan menjahit menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan kemampuan produktif warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Keterampilan tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat selama berada di Lapas, tetapi juga dapat menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Roni Darmawan menyampaikan bahwa pembinaan warga binaan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pembinaan kepribadian, tetapi juga dengan memberikan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian setelah selesai menjalani masa pidana.
“Pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat. Keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini diharapkan dapat terus dikembangkan agar menjadi program yang baik kedepannya, serta memiliki nilai ekonomis dan memberikan manfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujar Roni.
Lebih lanjut, Roni mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung pelaksanaan pembinaan warga binaan. Menurutnya, kolaborasi antara jajaran Pemasyarakatan dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, tenaga pelatih, dan berbagai mitra menjadi bagian penting dalam menciptakan program pembinaan yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Pangkalpinang, Rina Setiari menuturkan Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk upaya dalam memberikan pembinaan
kemandirian kepada Warga Binaan. Melalui pelatihan membatik dan menjahit, kami berharap
para warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga
memiliki bekal yang dapat dikembangkan menjadi kemampuan produktif dan bernilai ekonomi.
“Dukungan dari berbagai pihak merupakan bentuk sinergi yang sangat berarti bagi
keberhasilan program pembinaan. Hasil dari pelatihan membatik dan menjahit ini nantinya dapat terus dikembangkan, sehingga dapat menghasilkan karya-karya yang berkualitas,” ungkap Rina
Kanwil Ditjenpas Babel terus berkomitmen memperkuat pelaksanaan pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan kemandirian warga binaan. Keterampilan melalui pelatihan membatik dan menjahit diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, serta membuka peluang bagi warga binaan untuk memiliki aktivitas produktif dan bernilai ekonomi. (Ben)