Bapas Tanjungpandan Tingkatkan Kemandirian Klien Melalui Pelatihan Smart Hidroponik

Bapas Tanjungpandan Tingkatkan Kemandirian Klien Melalui Pelatihan Smart Hidroponik

09-03-2026 Bapas Kelas II Tanjungpandan 6
Dengarkan Berita

Tanjungpandan – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembimbingan kemandirian bagi klien pemasyarakatan melalui berbagai program pelatihan vokasi yang aplikatif dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Kemandirian Budidaya Sayuran Hidroponik Berbasis Smart Hidroponik bagi klien pemasyarakatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung.

Pelatihan ini berlangsung selama sepuluh hari, mulai tanggal 2 hingga 11 Maret 2026, dengan metode pembelajaran yang menitikberatkan pada praktik langsung. Para klien pemasyarakatan dibekali berbagai materi teknis terkait budidaya sayuran hidroponik modern dengan memanfaatkan teknologi smart hidroponik, mulai dari proses penyemaian benih, perawatan tanaman, pengelolaan nutrisi, hingga penggunaan sistem pemantauan pertumbuhan tanaman secara efisien.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembimbingan kemandirian yang dilaksanakan oleh Bapas Kelas II Tanjungpandan sebagai bentuk implementasi tugas dan fungsi pemasyarakatan dalam mempersiapkan klien agar mampu kembali ke tengah masyarakat secara produktif, mandiri, dan memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi.

Kepala Bapas Kelas II Tanjungpandan melalui Kepala Sub Seksi Bimbingan Klien Dewasa, M. Yeyen Purbasari, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan wujud nyata pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan serta penguatan kemandirian ekonomi klien pemasyarakatan.

“Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Bapas Tanjungpandan dalam memberikan pembimbingan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga produktif dan berdampak langsung bagi masa depan klien pemasyarakatan. Melalui keterampilan budidaya sayuran hidroponik berbasis smart hidroponik ini, kami berharap para klien memiliki bekal usaha yang dapat dikembangkan secara mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujar Yeyen.

Ia juga menegaskan bahwa sinergi dengan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pembimbingan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.

“Kolaborasi dengan BPVP Belitung menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pelatihan vokasi yang berkualitas bagi klien pemasyarakatan. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak klien yang memperoleh kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapan mereka dalam membangun kehidupan yang lebih baik di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Afdal, selaku Instruktur Pertanian BPVP Belitung, menjelaskan bahwa sistem hidroponik berbasis smart hidroponik merupakan metode budidaya yang relatif mudah dipelajari dan memiliki potensi ekonomi yang cukup baik apabila dikelola secara konsisten.

“Budidaya hidroponik dengan pendekatan smart hidroponik memanfaatkan sistem pengaturan nutrisi dan pemantauan pertumbuhan tanaman secara lebih terkontrol, sehingga hasil produksi dapat lebih optimal. Kami berharap melalui pelatihan ini para peserta tidak hanya memahami teknik dasar hidroponik, tetapi juga mampu mengembangkan usaha budidaya sayuran secara mandiri,” jelas Afdal.

Menurutnya, keterampilan budidaya hidroponik sangat relevan untuk dikembangkan sebagai usaha skala rumah tangga karena tidak memerlukan lahan yang luas serta memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan.

Salah satu klien pemasyarakatan peserta pelatihan, RK, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menilai keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan setelah kembali ke masyarakat.

“Kami sangat bersyukur diberikan kesempatan mengikuti pelatihan ini. Ilmu yang kami dapatkan sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami tentang budidaya hidroponik yang ternyata bisa dilakukan secara modern dan memiliki nilai ekonomi. Kami berharap setelah selesai menjalani pembimbingan, keterampilan ini bisa kami kembangkan sebagai usaha yang halal dan bermanfaat bagi keluarga,” ungkap RK.

Melalui kegiatan ini, Bapas Kelas II Tanjungpandan berharap para klien pemasyarakatan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat kemandirian, meningkatkan kepercayaan diri, serta menjadi pribadi yang lebih produktif dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Bagikan Artikel

Berita Lainnya

Sering Dikunjungi

Loading... Loading...