Tas Rajut BINARA Lapas Tanjungpandan Tembus Sentra Pelayanan Publik Imigrasi

Tas Rajut BINARA Lapas Tanjungpandan Tembus Sentra Pelayanan Publik Imigrasi

26-02-2026 Lapas Kelas IIB Tanjungpandan 3
Dengarkan Berita

Belitung — Produk Tas Rajut BINARA (Pembinaan dan Karya) hasil karya Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjungpandan kini memperluas pemasaran dengan hadir di sentra pelayanan publik Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan, Kamis (26/2). Langkah ini menjadi bentuk akselerasi dukungan terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam penguatan Pembangunan Desa, Koperasi, dan UMKM melalui pemasaran produk hasil karya Warga Binaan.

Ekspansi pemasaran tersebut bertujuan mendekatkan produk pembinaan kemandirian kepada masyarakat luas yang mengakses layanan keimigrasian, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih strategis dan berkelanjutan.

Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja Lapas Tanjungpandan, Riski, menjelaskan bahwa perluasan pemasaran menjadi strategi untuk meningkatkan nilai ekonomis produk.

“Pemasaran adalah kunci agar produk hasil karya Warga Binaan memiliki daya saing dan nilai jual yang optimal. Dengan memperluas akses pasar, kami berharap tas rajut BINARA tidak hanya dikenal, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi nyata bagi program pembinaan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan, Teddy Rukmana, menyampaikan apresiasi terhadap kualitas produk yang dipasarkan.

“Kami mendukung penuh kolaborasi ini sebagai bagian dari sinergi antar Unit Pelaksana Teknis. Model tas rajut BINARA sangat menarik, variatif, dan memiliki kualitas yang baik. Ini membuktikan bahwa hasil karya Warga Binaan Lapas Tanjungpandan mampu bersaing dan layak dipasarkan di ruang pelayanan publik,” ujar Teddy.

Sementara itu, Kepala Lapas Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.

“Produk BINARA bukan sekadar pelatihan keterampilan, tetapi proses pembinaan kemandirian yang berorientasi pada produktivitas dan keberlanjutan. Melalui pemasaran di sentra pelayanan publik, kami ingin memastikan karya Warga Binaan memiliki nilai tambah serta membuka peluang ekonomi setelah mereka kembali ke masyarakat,” tegas Royhan.

Ia menambahkan bahwa pembinaan keterampilan seperti rajut menjadi bagian penting dalam membangun mental produktif dan jiwa kewirausahaan Warga Binaan.

Adapun tas rajut BINARA diproduksi melalui program kegiatan kerja yang terstruktur, mulai dari pelatihan teknik merajut, pengendalian kualitas, hingga pengemasan produk yang menarik. Pemasaran di Kantor Imigrasi dilakukan melalui etalase khusus di area pelayanan publik agar mudah diakses pengunjung.

Melalui kolaborasi ini, Lapas Tanjungpandan dan Kantor Imigrasi Tanjungpandan menunjukkan sinergi nyata dalam mendukung pemberdayaan Warga Binaan sekaligus menyukseskan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang penguatan UMKM dan ekonomi produktif.

Kontributor Berita : Humas Lapas Tanjungpandan

Bagikan Artikel

Berita Lainnya

Sering Dikunjungi

Loading... Loading...