Peserta Magang dan Klien Pemasyarakatan Berbaur dalam Kegiatan Ketahanan Pangan Perkotaan di Rumah Hidroponik Bapas Tanjungpandan

Peserta Magang dan Klien Pemasyarakatan Berbaur dalam Kegiatan Ketahanan Pangan Perkotaan di Rumah Hidroponik Bapas Tanjungpandan

06-01-2026 Bapas Kelas II Tanjungpandan 18
Dengarkan Berita

Tanjungpandan — Selasa (06/01/2026) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan nasional melalui pemanfaatan lahan terbatas di lingkungan perkotaan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan ketahanan pangan yang melibatkan peserta magang dan klien pemasyarakatan, yang dilaksanakan di Rumah Hidroponik Bapas Tanjungpandan.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran bersama, di mana peserta magang dan klien pemasyarakatan berbaur langsung dalam praktik pertanian produktif berbasis lahan sempit. Pada tahap awal, Bapas Tanjungpandan mengembangkan budidaya sawi jenis pakcoy secara hidroponik, serta mengoptimalkan lahan terbuka yang sebelumnya gersang menjadi lahan pertanian kangkung dan singkong yang kini telah mulai menunjukkan hasil.

Kepala Bapas Kelas II Tanjungpandan, Muhamad Irfani, menegaskan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi alasan untuk berhenti berinovasi, justru menjadi pemicu lahirnya konsep pertanian yang adaptif dan produktif.

“Bapas Tanjungpandan memiliki keterbatasan lahan, namun kami tidak melepaskan diri dari tanggung jawab mendukung ketahanan pangan. Justru dari keterbatasan itu, kami membangun inovasi pertanian di lahan sempit namun tetap produktif. Ini adalah wujud nyata peran Bapas, tidak hanya dalam pembimbingan klien, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Muhamad Irfani.

Lebih lanjut, Kabapas menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Misi Kemenimipas PRIMA serta semangat Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat, di mana setiap program harus memberikan nilai tambah, pembelajaran, dan dampak sosial yang nyata.

Dari sisi peserta magang, kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang memperkaya wawasan dan praktik lapangan. Salah satu peserta magang, Heren Putri Narindra, mengaku mendapatkan pembelajaran berharga yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sosial.

“Ini pengalaman baru bagi saya. Kami tidak hanya belajar tentang hidroponik dan pertanian sederhana, tetapi juga belajar berinteraksi, bekerja sama, dan saling mendukung dengan klien pemasyarakatan. Kegiatan ini membuka sudut pandang baru tentang peran Bapas dalam pembangunan sosial,” ungkap Heren.

Sementara itu, keterlibatan klien pemasyarakatan perempuan turut memberikan makna tersendiri. Salah satu klien berinisial SNT mengungkapkan rasa syukur dapat dilibatkan dalam kegiatan positif yang mempererat interaksi sosial dan menumbuhkan rasa percaya diri.

“Saya bersyukur bisa ikut kegiatan ini. Selain mendukung program ketahanan pangan, saya bisa belajar hal baru dan menambah sahabat dari peserta magang. Interaksi seperti ini membuat saya merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik,” tutur SNT.

Melalui kegiatan ini, Bapas Tanjungpandan tidak hanya mendorong kemandirian dan pembinaan klien pemasyarakatan, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi yang sehat antara klien dan generasi muda. Sinergi tersebut menjadi bukti bahwa pemasyarakatan hadir, adaptif, dan nyata manfaatnya bagi masyarakat, bahkan dari lahan yang sempit sekalipun.

Bagikan Artikel

Berita Lainnya

Sering Dikunjungi

Loading... Loading...