Manfaatkan Lahan Idle, Plh. Kakanwil Ditjenpas Babel Dukung Tanam Nanas Lokal Tuatunu di Lapas Pangkalpinang
Dengarkan BeritaPANGKALPINANG – Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Roni Darmawan, mendorong optimalisasi lahan idle sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui penanaman nanas lokal Tuatunu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini memanfaatkan lahan seluas 700 meter persegi di sekeliling luar tembok Lapas yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Penanaman nanas lokal tersebut menjadi langkah nyata dalam mengembangkan potensi komoditas daerah sekaligus mendorong kegiatan pertanian produktif di lingkungan Pemasyarakatan.
Kegiatan penanaman ini turut diikuti Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, Dian Artanto, Kepala Lapas Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, beserta jajaran pejabat struktural Lapas Pangkalpinang. Hadir pula penyuluh pertanian Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Didi Wahyudi, yang memberikan pendampingan teknis budidaya nanas.
Roni Darmawan mengapresiasi inisiatif pemanfaatan lahan idle tersebut dan menegaskan bahwa kegiatan pertanian di lingkungan Pemasyarakatan harus dilaksanakan secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga menjadi sarana pembinaan yang membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif.
“Kami berharap ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi langkah nyata dalam program ketahanan pangan di lingkungan Lapas Pangkalpinang. Selain menghasilkan komoditas pertanian, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan agar Warga Binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat,” ujar Roni.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan tersebut merupakan upaya mengoptimalkan potensi yang tersedia sekaligus memberikan pengalaman praktik budidaya kepada Warga Binaan. Ia berharap nanas lokal Tuatunu dapat dikembangkan menjadi komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan membuka peluang usaha di masa mendatang.
Untuk mendukung keberhasilan budidaya, Didi Wahyudi memberikan pendampingan teknis terkait tata cara penanaman dan perawatan nanas yang tepat. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Warga Binaan dalam bidang pertanian.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung terus mendorong optimalisasi sumber daya dan pengembangan program pembinaan yang produktif. Pemanfaatan lahan idle untuk budidaya nanas lokal Tuatunu diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat pembinaan kemandirian serta memberikan bekal keterampilan bagi Warga Binaan agar siap kembali dan berdaya di tengah masyarakat.