Lewat Hijaukan Lingkungan, Bapas Tanjungpandan Perkuat Pembimbingan Klien Lewat Rumah Hidroponik

Lewat Hijaukan Lingkungan, Bapas Tanjungpandan Perkuat Pembimbingan Klien Lewat Rumah Hidroponik

24-01-2026 Bapas Kelas II Tanjungpandan 22
Dengarkan Berita

Belitung, Tanjungpandan – Suasana hijau dan semangat kolaborasi terasa di lingkungan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Tanjungpandan pada Kamis (22/01/2026).

Melalui Rumah Hijau Hidroponik, petugas Bapas bersama peserta magang dan klien pemasyarakatan bergotong royong menanam serta merawat berbagai jenis sayuran hidroponik seperti sawi, pakcoy, dan komoditas hortikultura lainnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi praktik budidaya, tetapi juga momentum dialog dan refleksi langsung di lapangan mengenai proses pembimbingan yang sedang dijalankan.

Rumah Hijau Hidroponik dimanfaatkan sebagai media pembimbingan yang aplikatif. Klien pemasyarakatan dilibatkan secara aktif mulai dari penyemaian, pengaturan nutrisi, hingga perawatan tanaman.

Pendekatan ini dirancang untuk menumbuhkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta keterampilan kerja yang dapat menjadi bekal kemandirian setelah menjalani masa pembimbingan.

Kepala Bapas Tanjungpandan, Muhamad Irfani, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan arah pembimbingan pemasyarakatan yang menekankan pemberdayaan dan keberlanjutan.

“Kami ingin pembimbingan tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi benar-benar menyentuh keterampilan hidup. Rumah Hijau Hidroponik menjadi sarana pembelajaran bersama, di mana klien, petugas, dan peserta magang saling berkolaborasi dan tumbuh,” ungkapnya di sela kegiatan.

Kontribusi peserta magang turut memberi warna dalam pelaksanaan program ini. Primanisa Nurgravisi, lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) Jurusan Agronomi dan Hortikultura Tahun 2025, terlibat langsung mendampingi klien pemasyarakatan menerapkan teknik hidroponik sederhana dan efektif. Di bawah bimbingan mentor Kasubsi BKD M. Yeyen Purbasari, ia mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata.

“Saya ingin ilmu yang saya miliki tidak hanya berhenti di teori. Terjun langsung mendampingi klien pemasyarakatan memberi pengalaman berharga, karena saya melihat sendiri bagaimana proses pembimbingan bisa membangun kepercayaan diri dan semangat mereka untuk berubah,” ujar Primanisa.

Kasubsi BKD M. Yeyen Purbasari menegaskan bahwa keterlibatan peserta magang merupakan bagian dari strategi pembimbingan kolaboratif, sekaligus sarana transfer pengetahuan yang saling menguatkan antara teori dan praktik di lapangan.

Melalui Rumah Hijau Hidroponik, Bapas Tanjungpandan terus meneguhkan komitmen menghadirkan pembimbingan klien pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan inspiratif. Tidak hanya menghijaukan lingkungan kantor, kegiatan ini juga menumbuhkan harapan baru bagi klien pemasyarakatan untuk menata masa depan yang lebih mandiri dan bermakna di tengah masyarakat.

Bagikan Artikel

Berita Lainnya

Sering Dikunjungi

Loading... Loading...