Kanwil Ditjenpas Babel Dorong Perkuat Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat Lewat Tanam Padi Gogo dan PKS Dengan BAZNAS Prov. Babel
Dengarkan BeritaPangkalpinang — Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, membuka kegiatan Penanaman Perdana Padi Gogo di Kawasan Pangan Terpadu Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Selasa (06/10). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Kanwil Ditjenpas Babel dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan ini di inisiasi Lapas Pangkalpinang, Penanaman padi gogo varietas Drupadi, varietas khas Pulau Bangka, dilaksanakan di lahan seluas lima hektare yang berada di Kawasan terpadu , Kelurahan Tuatunu Indah. Program tersebut menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pemberdayaan warga binaan dan masyarakat sekitar.
Kegiatan dihadiri Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Babel, Kepala Lapas Pangkalpinang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Plt. Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Ketua BAZNAS Kepulauan Bangka Belitung, Camat Gerunggang, Kapolsek Gerunggang, Lurah Tuatunu, Satgas Swasembada Pangan, unsur Forkopimcam Gerunggang, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kakanwil Ditjenpas Babel, Ade Agustina, menyampaikan apresiasi terhadap Lapas Pangkalpinang yang terus mengembangkan kawasan pangan terpadu sekaligus membangun hubungan yang produktif dengan masyarakat melalui program Kelurahan Binaan.
“Penanaman padi gogo ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, tetapi merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap kawasan ini terus berkembang sehingga warga binaan semakin produktif, masyarakat semakin berdaya, dan hubungan antara Lapas dengan masyarakat semakin kuat,” ujar Ade.
Menurut Ade, pengembangan kawasan pangan terpadu juga menunjukkan bahwa tugas Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam Lapas, tetapi turut mendorong kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kawasan tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memiliki potensi menjadi kawasan agrowisata yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Kelurahan Tuatunu Indah.
Sementara itu, Kalapas Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, mengatakan penanaman padi gogo menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan lahan sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam pemanfaatan potensi wilayah.
“Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi dapat terus berjalan dan berkembang secara bertahap. Kami bersama warga Tuatunu akan mengelola potensi lahan yang ada dengan dukungan penyuluh pertanian, sehingga hasilnya dapat dirasakan dan memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar,” ujar Febie.
Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara Kanwil Ditjenpas Babel dan BAZNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengenai pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan program yang memberikan manfaat bagi warga binaan dan masyarakat.
Sinergi dengan BAZNAS dan unsur pemerintah daerah serta kewilayahan menjadi bagian penting dalam memperluas dukungan terhadap program Pemasyarakatan. Kolaborasi lintas sektor tersebut sekaligus mendukung implementasi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
Zulhadi selaku ketua Baznas Prov. Babel mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Kanwil Ditjenpas Babel merupakan bentuk sinergi dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“BAZNAS tentu sangat mendukung program-program pemberdayaan seperti ini. Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya diarahkan pada bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi juga dapat dikembangkan untuk kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi dalam mendukung warga binaan agar memiliki keterampilan dan kesempatan untuk lebih mandiri,” tuturnya.
Program penanaman padi gogo ini juga sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui program aksi di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan. Melalui kegiatan produktif, warga binaan diberikan ruang untuk berkontribusi, mengembangkan keterampilan, serta menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Usai penandatanganan kerja sama, Kakanwil bersama unsur Forkopimcam Gerunggang dan tamu undangan turut melakukan penanaman perdana padi gogo di Kawasan Pangan Terpadu Lapas Pangkalpinang.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Babel terus mendorong penguatan program ketahanan pangan yang tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada terciptanya ekosistem pemberdayaan yang melibatkan warga binaan, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan secara berkelanjutan. (Ben)
