Inovasi Bekisah Bapas Tanjungpandan Sentuh Siswa Hingga Pelosok Belitung

Inovasi Bekisah Bapas Tanjungpandan Sentuh Siswa Hingga Pelosok Belitung

18-12-2025 Bapas Kelas II Tanjungpandan 20
Dengarkan Berita

Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan terus menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui program Bekisah (Bapas Berkunjung dan Menginspirasi Sekolah). Kali ini, Bekisah menyapa siswa SD Negeri 4 Sijuk, Dusun Aik Kalak, Desa Pelepak Putih, Kamis (18/12), sekolah yang berada di ujung Kabupaten Belitung dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur.

Sekolah dengan jumlah siswa hanya 46 orang ini dipilih sebagai wujud komitmen Bapas Tanjungpandan bahwa kehadiran negara, khususnya Pemasyarakatan, tidak hanya menyentuh sekolah di pusat kota, tetapi juga hingga ke pelosok daerah. Kehadiran petugas Bapas bersama peserta Magang Nasional disambut antusias dan menjadi suntikan semangat baru bagi para siswa.

Kepala Bapas Tanjungpandan melalui Kepala Sub Seksi Bimbingan Klien Anak, Bobby Revananda, menjelaskan bahwa Bekisah merupakan inovasi edukatif dan humanis yang menggabungkan pengenalan tugas Pemasyarakatan dengan penguatan nilai karakter anak sejak dini.

“Melalui Bekisah, Bapas hadir bukan hanya mengenalkan tugas dan fungsi Pemasyarakatan, khususnya Bapas, tetapi juga membawa pesan penting tentang semangat pendidikan, anti perundungan, dan anti kekerasan di sekolah. Kami ingin memastikan pesan ini sampai ke seluruh anak Indonesia, tidak hanya di kota, tetapi juga hingga ke pelosok,” ujar Bobby.

Ia menegaskan, semangat ini sejalan dengan moto Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat, di mana kehadiran Bapas diharapkan mampu memberi inspirasi dan motivasi nyata bagi generasi muda.

Inti kegiatan Bekisah dikemas secara menyenangkan. Pesan anti bullying disampaikan melalui Lagu Anti Bully yang dinyanyikan bersama secara seru, kompak, dan penuh semangat. Hari itu, petugas Bapas berperan sebagai guru di kelas-kelas, berinteraksi langsung dengan siswa, memberikan pelajaran, berbagi cerita, serta menanamkan keberanian untuk bermimpi dan bercita-cita.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan berupa alat tulis kantor (ATK) untuk menunjang operasional sekolah serta buku tulis bagi siswa kurang mampu, sebagai bentuk kepedulian Bapas terhadap dunia pendidikan.

Salah satu siswa kelas V, Kenzie, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan Bekisah.

“Saya senang sekali kakak-kakak dari Bapas datang ke sekolah. Jadi tambah semangat sekolah. Saya bercita-cita punya restoran sendiri dan jadi kokinya. Nanti kalau bisa, saya juga mau jadi menteri,” ujar Kenzie dengan penuh percaya diri.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 4 Sijuk, Apri Judistira, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Bapas Tanjungpandan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapas Tanjungpandan. Dengan jumlah siswa yang sedikit dan lokasi sekolah yang jauh dari kota bahkan dari kecamatan, kehadiran Bapas memberi kebahagiaan tersendiri. Anak-anak menjadi lebih semangat dan mendapatkan pengalaman berharga bertemu serta belajar bersama orang-orang baru,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan momen simbolis “Melempar Pesawat Cita-Cita”, di mana siswa menuliskan impian mereka pada kertas yang dilipat menjadi pesawat dan diterbangkan bersama. Filosofinya, setiap anak berhak memiliki mimpi setinggi langit, dan dengan pendidikan serta dukungan bersama, mimpi itu akan menemukan jalannya untuk terbang jauh.

Perpisahan menjadi momen paling haru. Saat Tim Bapas Tanjungpandan berpamitan, siswa-siswi berdiri di halaman sekolah melambaikan tangan dengan senyum ceria, seakan mengiringi kepulangan para “guru sehari” yang telah meninggalkan jejak inspirasi dan harapan di ujung Belitung.

Bagikan Artikel

Berita Lainnya

Sering Dikunjungi

Loading... Loading...